Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Taruhan ‘Miring’ Saja, Dan Adoe Maju Walikota

Jumat, 30 Desember 2011 | 23.07

Kota Online [KUPANG] - MANTAN calon Walikota Kupang yang kalah bertarung dalam pemilihan Walikota periode 2007-2012 Jefry Riwu Kore mengaku menghirup aroma tak sedap dari balai Kota Kupang di tengah hiruk-pikuk wacana Walikota. Jefry melihat ada gelagat ingkar janji yang mulai dipraktekkan oleh bekas kawan politiknya yang sedang memimpin kota  ini. Jefry kelihatan mulai resah, karena ada ceritanya. 

Kisahnya, pernah Jefri tampil sebagai “juruslamat” Daniel Adoe dan Daniel Hurek ketika keduanya dalam kondisi “sempoyongan” menghadapi situasi kalut pada detik-detik terakhir verifikasi KPU Kota Kupang, akibat keduanya tidak memenuhi syarat dukungan partai dan dipastikan tidak bakalan lolos verifikasi KPUD Kota. Jefry yang berkelimpahan dukungan partai ketika itu berbaik hati kemudian menyumbang dengan cuma-cuma satu partai yang sudah dibeli lunas kepada paket DUO DAN dengan target  DUO DAN harus  lolos verifikasi KPU.

Konon ketika itu Dan Adoe berjanji tidak ingin tampil untuk suksesi kali kedua  dan akan mendukung Jefry dalam suksesi pasca “DUO DAN.” Maka terciptalah sebuah komintmen politik bahwa, Dan Adoe tetap akan mendukung Jefry Riwu Kore maju setelah periodisasi kepemimpinan DUO DAN berakhir, jika paket DUO DAN menang. Alhasil DUO DAN pun keluar sebagai pemenang.

Belakangan malah politisi partai Demokrat itu begitu yakin DUO DAN bakal mucul lagi dalam suksesi Walikota untuk kedua kalinya. Terhadap berbagai manuver DUO DAN akhir-akhir ini, sebagai politisi dan kader Demokrat Jefry berpendapat itu merupakan hak politik setiap warga negara. Karena setiap warga negara berhak menyatakan sikap politiknya tanpa ada tekanan.  Jefry akan menghargai setiap keputusan politik Dan Adoe dan Dan Hurek karena mereka juga adalah warga negara.

“Kita taruhan ‘miring’ saja. Menurut saya, Dan Adoe pasti maju lagi dalam suksesi walikota mendatang. Kita sudah bisa baca dari gerak politik yang kini sedang dimainkan DUO DAN. Saya kira, orang awam pun sudah bisa menangkap signal itu. Tapi kita harus menghormati setiap keputusan politik mereka,” kata Jefry kepada Mingguan KOTA, 28 Desember lalu di Ende.

Kepada Mingguan KOTA, Jefry, mengatakan lebih percaya feeling politiknya ketimbang mendengar “kata orang”. Untuk itu, dia berani taruhan dengan siapa saja bahwa Dan Adoe bakal mengambil keputusan pada saat-saat terakhir. Tokoh kunci di balik kemenangan DUO DAN dalam pemilihan Walikota tahun 2007 lalu, mengaku  kenal betul tentang gaya berpolitik Dan Adoe dan pasangannya yang sedang memimpin. “Ya, jadi, Dan Adoe akan menyatakan dia maju“, ungkapnya. Soal kendaraan, menurut Jefry, tidak ada masalah bagi DUO DAN.

Jefry justru mengaku tidak gentar menghadapi langkah “DUO DAN.” Anggota DPR dari partai Demokrat ini tidak mau ‘kaburu’ menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai lawan tanding DUO DAN.  “Nanti bulan Januari tahun 2012 baru saya bergerak. Sekarang saya tidak mau berkomentar soal suksesi walikota. Karena fokus saya sekarang adalah maksimal bekerja di DPR RI memperjuangkan program yang saya janjikan waktu kampanye dulu,”  ujarnya.

Kendati mengakui bahwa Dan Adoe dan Dan Hurek punya kans kuat memimpin kota ini untuk periode berikutnya, namun Jefry menegaskan jika dia secara resmi menyatakan akan maju dalam suksesi Walikota Kupang, maka DUO DAN akan mundur, karena itu sudah merupakan komitmen sebelumnya. “Tapi jika saya menyatakan diri secara resmi untuk maju, kemudian pak Walikota dan Wakil Walikota juga tetap bersikeras maju lagi maka itu lebih bagus. Kita harus akui kelebihan orang,”  kata Jefry.

Meskipun begitu, Jefry mengaku, dia lebih enjoy sebagai wakil rakyat. Karena menjadi wakil rakyat juga tujuannya hampir sama dengan menjadi walikota, semuanya bekerja bagi rakyat. Saya semakin merasa senang karena cita-cita saya bekerja memperjuangkan hak-hak rakyat dan membantu mempercepat proses pengentasan kemiskinan di NTT mulai berjalan ketika saya menjadi anggota DPR RI,” jelasnya.

Ketika terus dikejar soal sikap politiknya untuk bermain lagi dalam laga suksesi walikota mendatang, Jefry mengaku belum bisa mengambil keputusan politik untuk maju bertanding pasca DUO DAN. Bagi Jefry dirinya masih terus mempelajari keinginan warga Kota Kupang. “Kalau rakyat meminta saya maju, maka saya lebih memilih bertarung dalam suksesi Walikota Kupang, daripada ikut mengejar kursi Gubernur NTT. Karena di kota kita lebih fokus bekerja, program kita lebih fokus. Semua ide dan gagasan kita bisa diterapkan secara optimal. Kalau jadi Gubernur tidak banyak yang kita dapat kerjakan, setiap program akan mentok di kabupaten dan kota. Dan sampai masa jabatan Gubernur berakhir tidak ada sesuatu yang nampak nyata,” katanya.

Jefry masih yakin, jika dirinya secara terbuka menyatakan niat untuk maju bertarung dalam suksesi Walikota Kupang pasca DUO DAN, maka sahabat politiknya itu (Dan Adoe dan Dan Hurek) akan mundur. Keyakinan Jefry bahwa Dan Adoe akan legowo mendukungnya menuju suksesi kali ini karena ada latar belakang sejarahnya. “Tapi kalau pak Dan Adoe mau maju lagi, itu hak dia. Tidak masalah. Bagi saya, itu justru lebih bagus dan ramai. Biar kita memberikan pelajaran politik yang sehat bagi rakyat Kota Kupang,” katanya, sedikit berdiplomasi.

By. EGI